Kamu datang begitu saja, tanpa pernah ada perkenalan yang
berarti, apalagi resmi, tanpa ada kata “hai” keluar dari mulutmu. Semua hanya
berjalan begitu saja, seperti setiap detik yang berlalu begitu saja, pernahkah
kamu menganggapnya begitu sia-sia?
Pertemuan pertama kita penuh dengan canda tawa, gurauan
garing dan monoton yang sebenarnya sudah berkali-kali kita ungkit dalam pesan
singkat. Namun entah mengapa semuanya begitu berbeda ketika diulangi saat kita
bersama.
Jika kamu bertanya, bagaimana kesan pertamaku saat
pertama bertemu denganmu, jawabanku adalah biasa-biasa saja. Walaupun langit
malam itu cerah, ditambah gemerlapan kembang api yang indah seharusnya bisa
membuat semua itu menjadi tidak biasa, tapi entah mengapa aku hanya akan
mengatakan hal yang saja.
Dan jika kamu bertanya, mengapa biasa-biasa saja sedang
ini adalah pertemuan pertama kita, maka aku akan menjawab karena tidak ada
sesuatu yang datang dengan begitu saja di dunia ini.
Sebuah simpul tergambar jelas di wajahmu, tentu saja saat
itu kamu tersenyum. Entah apa objek yang sedang terjaring dipikiranmu, namun
yang terlihat jelas adalah kamu sedang bahagia.
Berapa lama kita bertatap? berapa lama kita berbicara?
berapa lama kita saling mengamati? pastilah tidak begitu lama, karena akhirnya
pertemuan itu berakhir. Saling melambaikan tangan sebagai isyarat perpisahan
untunk pertemuan kita berikutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar