Untuk
kau kekasihku
Mungkin
ini terlalu cepat. Jika kita hitung dari awal pertemuan kita.Tapi tidak untuk
Tuhan. Semua rencana sudah di manage sedemikian rupa oleh-Nya.
Mungkin
ini terlalu singkat. Untuk orang bodoh sepertiku yang mau menunggu dia yang tak
akan pernah kembali. Ya, aku bodoh.
Kamu
tahu, kapan kebahagiaan itu muncul?
Jika
kujelaskan dengan kataku mungkin tak kan jelas.
Untuk
sebuah kebahagiaan,
semua inginkan menjadi kekal,
Namun tak bisa selamanya selalu bahagia.
Akan ada saat dimana air mata
meluka.
Amarah kebencian kan
membanjiri.
Namun inilah sebuah harapan,
untuk tetap hidup.
Dikala harus melalui
kepedihan,
saat menjadi pertentangan,
dan ada kebencian,
ini menjadi sebuah harapan.
Karena harapan inilah,
meski tersakiti dan terluka,
pertahanan hidup akan tetap
selalu ada.
Karena cinta yang kekal,
mengajarkan untuk dibentuk
menjadi indah.
Mungkin sekarang ini,
aku hanya bisa berharap,
hingga harapan menjadi nyata.
Tapi karena harapan inilah,
aku menemukan semangat dan
bahagia,
meski angin menerpa sangat
kencang dalam hidupku.
Bukan takdir, tapi harapan.
Untuk berjuang…
ps: aku gak tau kapan kamu
bakal lihat postingan ini, mungkin aja nggak sama-sekali. Tapi nggak apa
:)
Aku sayang kamu :)